Wednesday, October 14, 2009

JEMPUTAN MENGHADIRI MAJLIS SAMBUTAN HARI RAYA AIDILFITRI 2009

JKKK KG SG MERAB & JPP ZON SG MERAB

 

 


Tarikh  :  16 October 2009 / 27 Syawal 1430 H

 

 

Assalamualaikum.

 

 

JEMPUTAN MENGHADIRI MAJLIS SAMBUTAN HARI RAYA AIDILFITRI 2009

 

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang dan puji-pujian untuk Rasul junjungan Nabi Muhammad SAW.

 

JKKK Kg Sg Merab Tengah dan JPP Zon Sg Merab dengan segala hormatnya menjemput  seluruh ahli kariah Kg Sg Merab untuk hadir ke majlis sambutan Aidilfitri anjuran bersama JKKK Kg Sg Merab dan JPP Zon Sg Merab. Butiran mengenainya adalah seperti berikut:

 

Tarikh             : 18 Oktober 2009 / 29 Syawal 1430 H

Masa              : 2.00 PM – 4.00 PM

Tempat           : Dewan Orang Ramai Kg Sg Merab Luar

 

 

Dengan kehadiran tuan/puan itu nanti akan bertambah eratlah ikatan sillaturahim antara kita dan semoga ia mendapat keberkatan daripada Allah SWT.

 

Wassalam.

 

 

 

BAJURI BIN TURMAN

Pengerusi


 

KISAH NYATA - 7 KALI NAIK HAJI TAK DAPAT LIHAT KA'ABAH



LAHAULAWALA QUWWATAILLABILLAH
Bacalah...... .sbg PERINGATAN kita brsama...

> Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya,
> Hasan (bukan
> nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun
> Islam yang
> kelima.Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu
> senang
> dengan
> ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara
> material,mereka
> memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji. Segala
> kelengkapan sudah
> disiapkan.
>
> ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Keadaan
> keduanya
> sihat walafiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka
> melakukan
> thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah,
> Tuhan
> Semesta Alam. "Labaik
>  Allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya
> Allah".
>
> Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, "Ummi undzur
> ila Ka'bah (Bu,
> lihatlah Ka'bah)." Hasan menunjuk kepada bangunan
> empat persegi
> berwarna
> hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi
> dia
> terdiam.
> Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang
> ditunjukkan oleh
> anaknya.
>
> Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat
> raut wajah
> ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri
> tak
> mengerti
> mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan.
> beberapakali ia
> mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah
> kegelapan.
>
> Padahal, tak ada masalah dengan kesihatan matanya. Beberapa
> minit yang
> lalu dia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa
> memasuki
> Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali
> Haji Anak
> yang
> sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon
>  ampunan-Nya.
> Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah,
> mengharap
> rahmatNYA..Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa
> menyaksikan segala
> kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga
> rahmat-Nya.
>
> Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan
> taubatnya yang
> sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan
> anugerah-Nya, dengan
> menatap Ka'bah, kelak. Anak yang soleh itu berniat akan
> kembali
> membawa
> ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum
> berpihak
> kepadanya.
> Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi.. Ibunya
> kembali
> dibutakan
> didekat Ka'bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan
> yang merupakan
> symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak dapat
> melihat
> Ka'bah.
> Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah
> suci tahun
> berikutnya.
> Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka'bah.
> Setiap berada di
> Masjidil Haram, yang tampak di matanya
>  hanyalah gelap dan gelap.
>
> Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga
> kejadian itu
> berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.Hasan tak
> habis
> fikir,
> dia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta
> di depan
> Ka'bah..
> Padahal, setiap kali berada jauh dari
> Ka'bah, penglihatannya selalu
> normal. Dia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan
> sehingga
> mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperlakukan
> ibunya,
> sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan
> berkecamuk
> dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang
> alim
> ulama,
> yang dapat membantu permasalahannya.
>
> Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang
> terkenal
> kerana kesohlehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni
> Emirat). Tanpa
> kesulitan bererti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang
> dimaksud. Ia
> pun
>  mengutarakan masalah kepada ulama yang soleh ini. Ulama
> itu
> mendengarkan dengan saksama, kemudian meminta agar Ibu
> Hasan perlu
> menelefonnya. Anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya
> di tanah
> kelahirannya, dia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di
> Abu Dhabi
> tersebut..
>
> Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun
> menelefon
> ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang
> dialaminya di tanah
> suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi,
> mengingat kembali,
> mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya
> di masa
> lalu,
> sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta
> untuk bersikap
> terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah
> dilakukannya. . "Anda
> harus berterus-terang kepada saya, karana masalah anda
> bukan masalah
> senang," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam
> sejenak. Kemudian
> dia
> meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan
>  tetapi
> ulama
> itu tidak mendapat sebarang khabar dari Sarah.
>
> Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka,
> akhirnya Sarah
> menelefon. "Ustaz, waktu masih muda, saya bekerja
> sebagai jururawat
> di
> rumah sakit," cerita Sarah akhirnya.
> "Oh, bagus..... Pekerjaan jururawat adalah pekerjaan
> mulia," potong
> ulama itu.
>
> "Tapi saya mencari wang
> sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli,
> apakah cara
> saya
> itu halal atau haram," ungkapnya terus terang. Ulama
> itu terkejut.. Ia
> tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
>
> "Disana..... " sambung Sarah, "Saya sering
> kali menukar bayi, karana
> tidak
> semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau
> ada yang
> menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang
> dilahirkannya
> perempuan,
> dengan imbuhan wang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan
> keinginan
> mereka."
>
> Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan
>  Sarah.
> "Astagfirullah. ....."
> betapa tega wanita itu
> menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk
> melahirkan
> anak.
> bayangkan, betapa banyak keluarga
> yang telah dirosaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.
> Apakah Sarah
> tidak
> tahu, bahawa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan
> sangat penting.
> Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak
> jelas.
> Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan,
> terutama dalam
> masalah mahram atau muhrim, iaitu orang-orang yang tidak
> boleh
> dinikahi."Cuma itu yang saya lakukan," ucap
> Sarah. "Cuma itu ?"
> tanya ulama terperanjat.
>
> "Tahukah anda bahawa perbuatan anda itu dosa yang luar
> biasa, betapa
> banyak keluarga yang sudah anda hancurkan!". ucap
> ulama dengan nada
> tinggi."Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?
> "tanya ulama itu lagi sedikit kesal. "Di rumah
> sakit, saya juga
> melakukan tugas memandikan orang mati.."
> "Oh bagus, itu juga pekerjaan
>  mulia," kata ulama. "Ya, tapi saya
> memandikan orang mati karana ada kerja sama dengan tukang
> sihir."
> "Maksudnya?" tanya ulama tidak mengerti.
> "Setiap saya bermaksud
> menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit,
> segala perkakas
> sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam
> tanah. Akan
> tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan
> saya masukkan
> benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."
>
> "Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia.
> Seperti biasa, saya
> memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum,
> benang dan
> lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu
> seperti
> terpental, tidak hendak masuk, walaupun saya sudah
> menekannya
> dalam-dalam..
> Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya cuba lagi
> begitu
> seterusnya
> berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya
> masukkan benda itu
> dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya
> lakukan."
>  Mendengar
> pertuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu
> berteriak
> marah.
> "Cuma itu yang kamu lakukan ?". "Masya
> Allah....!!! Saya tidak dapat
> bantu anda.
> Saya angkat tangan"..Ulama itu amat sangat terkejutnya
> mengetahui
> perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada
> seorang
> manusia, apalagi dia adalah wanita, yang memiliki nurani
> begitu tega,
> begitu keji.
> Tidak
> pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan
> perbuatan
> sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata, "Anda harus
> memohon ampun
> kepada
> Allah, kerana hanya Dialah yang dapat mengampuni dosa
> Anda."
>
> Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari
> kemudian
> ulama tidak mendengar khabar selanjutnya dari Sarah.
> Akhirnya ia
> mendapat tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia
> berharap Sarah
> telah bertaubat atas segala yang telah diperbuatnya. . Ia
> berharap Allah
> akan mengampuni dosa Sarah, sehingga
>  Rahmat Allah datang
> kepadanya.Kerana tak juga memperoleh khabar, ulama itu
> menghubungi
> keluarga Hasan di Mesir.
>
> Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama
> menanyakan
> khabar Sarah,ternyata khabar duka yang diterima ulama itu.
> "Ummi sudah
> meninggal dua hari setelah menelefon ustad," ujar
> Hasan. Ulama itu
> terkejut mendengar khabar tersebut. "Bagaimana ibumu
> meninggal, Hasan
> ?". tanya ulama itu.
>
> Hasan pun akhirnya bercerita : Setelah menelefon ulama, dua
> hari
> kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang
> mengejutkan
> adalah
> peristiwa penguburan Sarah..
> Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan
> jenazah atas izin
> Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para
> penggali
> mencari lokasi lain untuk digali.. Peristiwa itu berulang
> kembali.
> Tanah
> yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat.
> Peristiwa itu
> berlangsung begitu cepat, sehingga tidak
>  seorangpun penghantar jenazah
> yang menyedari bahawa tanah itu kembali rapat.
>
> Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para penghantar yang
> menyaksikan
> peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh
> terjadi.Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan
> dengan
> perbuatan si mayat.
> Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus-asa kerana
> pekerjaan
> mereka tak juga selesai. Siang pun berlalu, petang
> menjelang, bahkan
> sampai hampir maghrib, tidak ada satu pun lubang yang
> berhasil digali.
> Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu
> dibiarkan
> saja
> tergeletak di hamparan tanah kering kerontang..
>
> Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya,
> Hasan tidak
> tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa
> dikubur.
> Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan
> termenung di
> tanah
> perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba
> berdiri
>  seorang
> laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian
> khusus orang
> Mesir.
> Lelaki itu tidak tampak wajahnya, kerana terhalang tutup
> kepalanya
> yang
> menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian
> berkata
> padanya,"
> Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!". kata
> orang itu.
>
> Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap
> laki-laki itu
> akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur menggali lubang
> dan
> kemudian mengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau
> jangan menengok ke
> belakang, sampai tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu.
> Hasan mengangguk,
> kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar
> lokasi
> pemakaman,terselit keinginannya untuk mengetahui apa yang
> terjadi
> dengan
> jenazah ibunya.
>
> Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat
> wajah Hasan,
> melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu
> menyelimuti
> seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa
>  herannya, sedetik kemudian dari
> arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan
> ketakutan.Dengan
> langkah seribu, dia pun bergegas meninggalkan tempat itu.
> Demikian
> yang
> diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku,
> bahwa separuh
> wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman
> kerana
> terbakar.
>
> Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang
> diungkapkan
> Hasan. Dia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan
> khusyuk dan
> meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang
> pernah
> dilakukan
> oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan
> kepada Hasan,
> apa
> yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama
> itu
> meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon
> ampun
> dengan
> sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin
> Allah akan
> hilang.
> Benar saja,tak berapa lama kemudian Hasan kembali
> memberitahu ulama
> itu,
> bahawa lukanya
>  yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa,
> semakin
> hari bekas kehitamannya hilang. Tanpa tahu apa yang telah
> dilakukan
> ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia
> berharap, apapun
> perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan
> diampuni oleh
> Allah SWT.





 

Fw: Fwd: Fw: Kisah Nabi Muhammad S.A.W. Berdialog Dengan Iblis Laknat


Salam..

moga dibaca hingga ke penghujung..
sesungguhnya kita di antara mereka yg terleka..
Semoga kita mendapat petunjuk dan keredhaan serta keampunanNya. InsyaAllah.


Nabi Allah S.W.T berdialog dengan Iblis (Alaihi Laknat)


Allah S.W.T telah memerintahkan seorang Malaikat berjumpa Iblis supaya dia berjumpa dengan Rasulullah saw untuk
memberitahu segala rahsianya; samada yang disukai mahupun yang dibencinya. Hikmahnya ialah untuk meninggikan darjat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

 
Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahawa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh
engkau menghadap ke hadrat Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahsia engkau dan apa-apa yang disoal oleh
Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya
akan diputuskan segala suku-suku anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras."  


Demi mendengar sahaja kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sembah Iblis(alaihi laknat), "Ya Rasulullah! Mengapa tuan hamba tidak menjawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"  


Maka jawab Nabi dengah marah "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau cuba
hendak tipu aku sebagimana engkau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutan engkau, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap racun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendita yang telah menanggung sengsara akibat hasutan engkau. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salam engkau saja aku tidak hendak menjawabnya kerana diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendak engkau datang berjumpa aku?"

 
Sembah Iblis,"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan hamba marah. Kerana tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat kenal akan
hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman
Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanya hamba sedia menerangkan satu persatu dengan
sebenarnya, tiadalah hamba berani sembunyikan. " Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata "Ya
Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun nescaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu"
Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang aku untuk menyiasat
segala perbuatannya agar didengar oleh sekelian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekelian umatku.
 


Soalan Nabi (1) - "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuh engkau dan bagaimana aku terhadap engkau?" Jawab Iblis - "Ya
Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini" Maka Nabi pun
memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar kerana ketakutan. Sambung Iblis,"Ya Khatamul Anbiya! Adapun hamba
dapat merupakan diri hamba seperti sekelian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak salah sepertinya, kecuali diri tuan sahaja yang tidak dapat hamba tiru kerana ditegah oleh Allah. Kiranya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabutkan iktikad anak Adam supaya menjadi kafir kerana tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekelian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba."


Soalan Nabi ke (2) - "Hai Iblis! Betapa perbuatanmu kepada makhluk Allah" Jawab Iblis - "Adalah satu kemajuan bagi
perempuan yang merenggangkan kedua pehanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, leka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda drp emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika temasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang maruah dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari wang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan galang mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglaah rasa riak, takbur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat ."  


Soalan Nabi ke (3) - "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan
faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa
yang menjadikan engkau? Siapa yang melanjutkan usia engkau? Siapa yang menerangkan mata engkau? Siapa yang memberi pendengaran engkau? Siapa yang memberi kekuatan anggota badan engkau?" Jawab Iblis - "Sekelian itu adalah anugerah drp Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takbur menceburkan hamba menjadi sebesar-besar jahat. Tuan lebih tahu bahawa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada sekelian Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yg tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekelian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah mencipta lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekelian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kpd hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba berasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri(Siti Hawa) yg memerintah sekelian bidadari. Hamba bertanbah dengki dan berdendam kepada mereka. Akhirnya dapat juga hamba tipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dihalau dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahsia serta tulisan yg menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat, dgn berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bidaah dan karut-marut. Tetapi apabila tuan lahir sahaja ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahsia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontar dengan anak panah drpd api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."  


Soalan Nabi ke (4) - "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu akan manusia?"Jawab Iblis - "Pertama sekali hamba
palingkan iktikadnya imannya kepada kafir sama ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berjaya
juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemahuan jalan hamba."  


Soalan Nabi ke (5) - "Hai Iblis! Jika umatku sembahyang kerana Allah, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Sebesar-besar
kesusahan kepada hamba. Gementarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahny a datang pada setiap anggota
badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang
ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis solat, hilangkan khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya sentiasa mendengar orang brcakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang
sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya sentiasa hendak cepat
habis sembahyang, itu semua membawa kpd kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman."  


Soalan Nabi ke (6) - "Jika umatku membaca Al-Quran kerana Allah, apalah rasa engkau?" Jawab Iblis - "Jika mereka membaca
Al-Quran kerana Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya. "

 
Soalan Nabi ke (7) - "Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, bagaimana rasa engkau?" Jawab Iblis - "Binasalah diri hamba,
gugurlah daging dan tulang hamba kerana mereka telah mencukupkan rukun Islamnya."  


Soalan Nabi ke (8) - "Jika umatku berpuasa kerana Allah, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Ya Rasulullah! Inilah bencana
yang paling besar bahayanya kpd hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi,
bahkan sekelian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa
yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang
menhancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekelian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentera hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut berbanding bulan biasa."  


Soalan Nabi ke (9) - "Hai Iblis! Bagaimana sekelian sahabatku kepada engkau?" Jawab Iblis - "Sekelian sahabat tuan hamba
juga adalah sebesar- besar seteru hamba. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Kerana tuan sendiri telah berkata yang "Sekelian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan lagi, hamba tidak dapat hampir kepadanya inikan pula setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekelian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertua tuan kerana tuan berkahwin
dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani
hamba pandang akan wajahnya kerana dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba
pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana sangat takut. Ini kerana imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan, "JIKALAU adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku" kerana dia adalah orang
harapan tuan serta pandai membezakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Saidina Usman Al-Affan lagi hamba
tidak boleh hampir, kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati
syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. Kerana taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat
kpdnya kerana Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan," Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid" Saidina Ali
Abi Talib pun itu hamba sangat takut kerana hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim
orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka kerana dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menunduk kan kepalanya kepada sebarang berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata
"Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya". Tambahan pula dia menjadi menantu kepada tuan, lagilah hamba ngeri
kepadanya.


Soalan Nabi ke (10) - "Bagaimana tipudaya engkau kpd umatku?" Jawab Iblis - "Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama
seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan iaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya
mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita
akhirat" Yang kedua umat tuan seperti tanah iaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal
soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk kedalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba hela ke mana sahaja mengikut kehendak hamba. Jadi dia sentiasa bimbang kpd dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba godanya minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana
mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia sentiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, cakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuka jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur."

 
Soalan Nabi ke (11) - "Siapa yang serupa dengan engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan
membenci orang belajar agama Islam."

 
Soalan Nabi ke (12) - " Siapa yang mencahayakan muka engkau?"Jawab Iblis - "Orang yang berdosa, bersumpah bohong,
saksi palsu, pemungkir janji."  


Soalan Nabi ke (13) - "Apakah rahsia engkau kepada umatku?" Jawab Iblis - Jika seorang Islam pergi buang air besar serta
tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari."

 
Soalan Nabi ke (14) - "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Jika umat tuan hendak
bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan
bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu
akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua kerana kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa
kenyang."  


Soalan Nabi ke (15)- "Dengan jalan apa boleh menolak tipu daya engkau?" Jawab Iblis - "Jika dia berbuat dosa, maka dia
kembali bertaubat kpd Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka
padamlah marahnya."

 
Soalan Nabi ke (16) - "Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?" Jawab Iblis - "Lelaki dan perempuan yang tidak
mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari(bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri,
bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu."


Soalan Nabi ke (17) - "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?"Jawab Iblis - "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya
celik di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba ulit dia lena hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu
zohor, asar, maghrib dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk solat."  


Soalan Nabi ke (18) - "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?" Jawab Iblis - "Orang yg banyak menyebut nama Allah,
bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam."  


Soalan Nabi ke (19) - "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang duduk di dalam masjid
serta beriktikaf di dalamnya."

 
Soalan Nabi ke (20) - "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang taat kpd kedua ibubapanya,
mendengar kata mereka, membantu makan-pakai mereka selama mereka hidup, kerana tuan telah bersabda,'Syurga itu di
bawah tapak kaki ibu. "










Monday, October 12, 2009

MENGHADIRI MAJLIS SAMBUTAN HARI RAYA AIDILFITRI 2009

JKKK KG SG MERAB & JPP ZON SG MERAB

 

 


Tarikh  :  12 October 2009 / 23 Syawal 1430 H

 

 

Assalamualaikum.

 

 

JEMPUTAN MENGHADIRI MAJLIS SAMBUTAN HARI RAYA AIDILFITRI 2009

 

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang dan puji-pujian untuk Rasul junjungan Nabi Muhammad SAW.

 

JKKK Kg Sg Merab Tengah dan JPP Zon Sg Merab dengan segala hormatnya menjemput  seluruh ahli kariah Kg Sg Merab untuk hadir ke majlis sambutan Aidilfitri anjuran bersama JKKK Kg Sg Merab dan JPP Zon Sg Merab. Butiran mengenainya adalah seperti berikut:

 

Tarikh             : 18 Oktober 2009 / 29 Syawal 1430 H

Masa              : 2.00 PM – 4.00 PM

Tempat           : Dewan Orang Ramai Kg Sg Merab Luar

 

 

Dengan kehadiran tuan/puan itu nanti akan bertambah eratlah ikatan sillaturahim antara kita dan semoga ia mendapat keberkatan daripada Allah SWT.

 

Wassalam.

 

 

 

BAJURI BIN TURMAN

Pengerusi